Skip to main content

Antara AGODA,Malioboro,HOTEL di Yogyakarta

Malioboro, Agoda, Dan Hotel Melia Purosani Jogjakarta
Diary Mama Marketing Petualangan Working Mom Tweet This Bookmark this on Delicious
Dari Tulungagung kami berkendara ke Solo selama 5 jam. Capek? Tidak terlalu, mungkin karena sopirnya lebih ahli dan sepanjang jalan Trenggalek, Ponorogo, dan Wonogiri terlalu indah untuk dilewatkan. Jika hati senang, apa sih yang menyusahkan?
2 jam di solo, kami langsung bertolak ke Jogja, menuju hotel Melia Purosani. Pemesanan hotel telah kami lakukan di Solo secara online di Agoda – situs booking hotel terbesar dan selalu memberikan best deal. Benar-benar luar biasa karena diskon mulai dari 10 % sampai 60 %! Pelayanannya pun sangat cepat. Cukup ketik Negara dan kota tujuan, kemudian penawaran best deal hari ini terbuka. Klik saja mana yang kita suka dan langsung diarahkan ke form pemesanan. Setelah confirm, sebuat notifikasi dikirim ke email yang kita tunjuk, print out, dan tunjukkan ke hotel pilihan kita. Sebuah kamar telah siap menunggu. Email dikirim 10 menit setelah pesan, ya… Jika tidak bisa print out email notifikasi dari Agoda, coba saja ke lobby, prinsipnya hotel tidak mau mengecewakan pelanggan, jadi pasti dilayani kok.
Sampai hotel, Susi langsung ke Malioboro untuk membeli oleh-oleh untuk yang di rumah dengan naik becak. Waktu itu jam 8.30.Melupakan rasa capek Susi jalan-jalan menyusuri di Malioboro di malam hari. Mungkin rasa capek atau mungkin Susi memang aneh – seperti biasa tidak suka belanja kecuali buku, di Malioboro, hasrat belanja Susi langsung drop. Ga ada yang menarik hati. Alhasil, sampai toko ditutup, hanya 2 kaos hitam untuk papa yang tergeletak manis di tas. Itupun harus setengah diusir karena took telah setengah tutup. Hmm… sayang hanya buka sampai jam 9.30, ya? Hiks… coba kalo sampai jam 12!
Capek, Susi agak down to earth, memesan jahe panas di warung nasi kucing. Berhari-hari keluar masuk hotel “cukup” mewah & diner makanan enak harus direm sedikit agar tidak menjadi kebiasaan – ngeles lagi! Kupikir suasana nyaman ala Jogja ya di naskut. Apalagi rasanya aneh jika makan makanan mahal (baca: dengan biaya pribadi) terasa aneh dilidah. Lebih baik nanti sepulang dari tour bawa keluarga makan-makan enak sendiri. Apapun itu, sesuai prediksi, steak 2 malam lalu masih membuat penuh perutku, jadi tadi malam aku tidak makan malam pun tidak terasa lapar.
Jalanan di Maliobor sangat mengerikan! Mobil, motor, becak, dokar. Ampuuun….. aku jadi sering trataban karena kaget tiba-tiba ada kendaraan nylonong. Meski ruwet, kulihat kebersamaan sesama tukang becak & sopir andong. Mereka saling mengalah tanpa memperlihatkan emosi. Berkali-kali becak yang kutumpangi menawarkan mengantar ke pusat oleh-oleh dan kaos dagadu asli. Males banget deh. Ga selera blanja! Tapi bolehlah ke toko bakpia patok sebentar tuk beli oeh-oleh bagi Wisanka Kepoh II Ladies karena akan mampir. :D ada satu yang aku catat dalam hati setelah membeli di toko bakpia patok, benarkah para tukang becak dan Andong yang membawa tamu akan mendapatkan komisi dari blanjaan tamunya? Karena ada satu pegawai toko yang selalu meneriakkan angka.
Beberapa tukang becak menawakan diri mengantar sampai ke rumah dengan biaya 5000 kemana pun. Ketika aku sepakat & menyebut hotel Melia, tariff langsung naik menjadi 15000. Okelah. Aku juga sudah malas jalan. Tour semacam ini memang melelahkan. Bahkan hotel bintang tiga pun tak terasa gregetnya. Jadi sangat biasa. Meski bersyukur juga ada bath tube dan air panas jadi bisa berendam agak lama untuk melemaskan otot sejenak.
Jam 7.30. Siap bekerja lagi. Selamat beraktivitas teman-teman. Terima kasih sudah mengikuti jurnal Susi. Salam hangat dari Jogjakarta.
sumber:h**p://blogsusindra.blogspot.com/2011/04/malioboro-agoda-dan-hotel-melia.html