Skip to main content

FESTIVAL KEMANG,wisata jakarta selatan


BANGSA besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. Masyarakat Betawi rupanya paham benar dengan makna itu. Mereka berusaha untuk melestarikan budaya Betawi yang kini jarang ditemui di ibu kota Jakarta.

Banyak cara dilakukan. Festival Kemang 2009, merupakan yang kelima kalinya, dan baru dibuka kemarin adalah salah satunya. Masyarakat Betawi, sebagian masyarakat Jakarta, hingga kalangan ekspatriat tersedot perhatiannya pada festival tahunan itu.Sejak pagi hingga malam hari, mereka rela berbondong-bondong untuk mengunjungi sepanjang ruas Jalan Kemang Raya hingga 1,5 kilometer yang sengaja ditutup.

Wajar saja, pasalnya banyak hal yang dilihat pengunjung pada Festival Kemang tersebut. Mulai dari tiga panggung utama yang menyuguhkan pertunjukan kesenian, hingga 300 stan bazar yang menawarkan beragam barang dan jajanan khas Betawi, turut memanjakan pengunjung.Stan-stan bazar yang cukup menyedot perhatian pengunjung itu antara lain aksesori kerajinan tangan, busana bernuansa etnik dan modern, barang tradisional berupa gerabah, kendi, dan anyaman tikar yang terbuat dari bambu, hingga barang-barang unik seperti sepeda ontliel.

Harga barang-barangnya pun cukup variatif. Mulai dari yang termahal, yaitu Rp2 juta untuk sebuah tas kulit hingga cincin ukir yang berharga Rp5.000, menjadikan festival itu sebagai festival bagi semua lapisan masyarakat.Meski demikian, suguhan kesenian Betawi tetap menjadi ruh pada Festival Kemang yang akan selesai hari ini. Terutama, ketika pengunjung memasuki pintu utama, yang sontak disambut dengan ondel-ondel berukuran 2 meter serta berbagai macam pernak-pernik khas Betawi.

Suasana pun semakin semarak sewaktu pergelaran samrah betawi diikuti pawai andong, dan berbagai kesenian Betawi lainnya seperti perang pantun, tanjidor, rampak beduk, dan tarian betawi. Penampilan band ternama, Pastodan Kerispatih, pun turut menghibur pengunjung."Saya bersama suami sebenarnya tak sengaja melintas, eh terus coba mampir. Temyata selain harga barang yang terjangkau, saya juga senang bisa menikmati wisata kesenian Betawi gratis di Festival Kemang ini," ujar Lia, 26, pengunjung yang sehari-hari bekerja sebagai sekretaris sebuah perusahaan di bilangan Jakarta Selatan.

Sama halnya dengan Lia, salah seorang ekspatriat bernama Michelle juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap Festival Kemang. "Saya bukan hanya tertarik pada produk yang dijajakan relatif unik, melainkan juga acara seni yang ditampilkan." Seorang panitia, Abdurrahman, mengatakan festival bertemakan Pclangrkeluarga itu dikemas untuk semua lapisan masyarakat jakarta, dengan menonjolkan kebudayaan khas Betawi. "Tujuannya sebagai wadah mempererat rasa kekeluargaan masyarakat Betawi dengan masyarakat dari kalangan etnik lainnya." (Amanda Valani/*/S-8)
sumber :bataviase